Blog For Free!


Archives
Home
2013 November
2012 May
2011 December
2011 October
2011 July
2011 June
2011 May
2011 April
2011 March
2011 February
2011 January
2010 December
2010 November
2010 October
2010 September
2010 August
2010 July
2010 June
2010 May
2010 April
2010 January
2009 December
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November

My Links
hTC Wildfire

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images

Sponsored
Create a Blog!



Lord give me the strength
To make it through another day.
To make the right decisions,
And see the light to guide my way.

Lord give me the wisdom,
To make the right choices.
To hear sound advice,
And hear gentlest of voices.

Lord give me the love,
That holds me safe and warm.
To walk a thousand miles,
And give me shelter from the worst storms.

Lord give me the safety,
Of your wisdom, strength and love.
To be brave to live through each day,
With divine care from above.


Wasiat Hasan Al Banna

Saudaraku... Janganlah engkau putus asa, karena putus asa bukan akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah impian kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan hari esok. waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka. Yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidupnya dan yang kuat tidak akan selamanya kuat.


blog-indonesia.com

hit counters



Checkpagerank.net

F-Secure Anti-Theft for Mobile Free Download Without Activation Code
06.30.10 (12:28 am)   [edit]

F-Secure Anti-Theft for Mobile is a mobile security application that helps protects personal or confidential information on the smartphone from misused by others. With F-Secure Anti-Theft for Mobile, users can protect to the data on the mobile phone device and remotely lock the phone in the case of lose or theft. In addition, it also comes with the new remote locator feature that helps holder to locate the stolen or misplaced phone.

F-Secure Anti-Theft for Mobile allows users to obliterate all personal and confidential information from the phone with remote wipe feature. Besides the remote wipe feature, F-Secure Anti-Theft also comes with theft control feature that can rapidly lock the phone automatically and informs users the new number, if the SIM card have been changed. With this security application, users can lock, locate or wipe the phone remotely with a SMS message.


Key Features of F-Secure Anti-Theft for Mobile:

  • Remote Lock, Locate and Wipe
  • Theft Control
  • Local Lock
  • Easy to upgrade with additional security features
  • Easy to use

For example, user can send #lock#YourCode via SMS to the stolen or lost phone to lock the phone, where only correct password will unlock it. #locate#YourCode will locate the phone and display a link to Google Maps with the location of the phone. SMS #wipe#YourCode to the phone will delete all confidential data on the phone.

Here’s the video demo of F-Secure Anti-Theft for Mobile

http://www.youtube.com/watch?v=8DntSjpgRPo&feature=player_embedded

F-Secure Anti-Theft for Mobile is available for free. users can download and install F-Secure Anti-Theft for Mobile for free. Download the setup installer from the following download link: f-secure.com.

F-Secure Anti-Theft for Mobile supports Android, Windows and Symbian smartphones.

Digitallife.info



2 Comments
 
Janji, dari percaya jadi setia
06.30.10 (12:13 am)   [edit]

Selain dengan undang-undang dan tata tertib, sesungguhnya hidup ini dibangun di atas kepercayaan. Sebab, undang-undang hanya mengatur, mengikat, tapi kepercayaanlah yang membuktikannya. Sebab tata tertib hanya merapikan, membuat urut-urutan, tetapi kepercayaanlah yang membuat segalanya bisa berjalan. Maka orang-orang yang tak bisa dipercaya bisa dengan mudah melanggar undang-undang, mencederai kesepakatan, melawan aturan, meski dalam hal-hal yang terkait dengan kepentingan dirinya sendiri.


Bila kepercayaan adalah aspek jiwanya, maka janjilah aspek raganya. Bila kepercayaan adalah ruhnya, maka janji adalah jasadnya. Bila kepercayaan adalah kekuatan batin, maka janji adalah penopang lahirnya. Bila kepercayaan adalah ikatan putihnya, maka janjilah bukti hitamnya.Begitulah seterusnya.

Maka sepenggal janji adalah harga yang mahal untuk sebuah kepercayaan. Sebab janji yang tidak bisa dipercaya, atau janji yang tak ada kepercayaan di dalamnya, ibarat buah yang ranum kulitnya, tapi kopong di dalamnya. Tak ada buahnya yang bisa dimakan. Janji yang tak ada kepercayaan di dalamnya, tidak akan memberi manfaat, seperti sebutir buah, tak ada yang mau memakan kulitnya.

Dalam banyak kasus, janji menjadi semacam `uang muka’ bagi segala bentuk hubungan sosial di antara kita. Selebihnya baru bisa dikatakan lunas, bila memang janji-janji itu dipenuhi.

Maka Islam mengajarkan moralitas janji, dari dua arah yang sangat dominan. Arah pertama bahwa janji harus selalu digantungkan kepada masyiah Allah, kehendak dan izinNya. Maka kita diharuskan mengiringi setiap janji, bahkan setiap rencana, dengan mengucapkan Insya Allah. Allah SWT berfirman, "Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi. Kecuali (dengah menyebut) Insya Allah. ‘ Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kumu lupa dan katakanlah, ‘Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada yang ini." (QS. Al-Kahfi: 23 - 24).

Moralitas janji seperti ini menegaskan kepada kita, bahwa kita tidak akan bisa melakukan apa saja kecuali atas izin Allah. Mengucapkan Insya Allah mengajari kita tentang etika tahu diri seorang manusia yang tak mengerti akan takdir apa esok hari. Kenyataan ini memberi bobot lebih pada beratnya nilai sebuah janji.

Moralitas kedua dari sisi penuaiannya. Janji janji itu harus ditepati, dalam kadar ikhtiar manusiawi yang maksimal. Maka seorang Muslim menjadi mengerti bahwa janji adalah pertaruhan diri. Kesetiaan pada janji adalah kehidupan. Sebab dengan itu interaksi kita dengan sesama bisa berjalan. Dengan kepercayaan itu pula kesenjangan bisa dihindarkan, sebab hak-hak ditunaikan kepada yang memiliki. Dengan kepercayaan itu pula, etos prestasi, kehendak berkarya dan dorongan beramal serta keinginan kuat untuk memberi manfaat bagi kehidupan akan menemukan ledakan-ledakan aktualisasinya.

Begitulah dahulu para salafusshalih mengajarkan kepada kita. Maka bagi mereka, janji telah meningkat kadarnya dari soal kepercayaan menjadi kesetiaan. Pada saat kepercayaan telah mengkristal menjadi kesetiaan, maka kesiapan jiwa menanggung beban janji akan lebih kuat. Seperti seorang Muslim. Mengucapkan dua kalimat syahadat adalah janji keislarnannya. Menunaikan rukun Islam adalah pembuktian kepercayaannya. Tapi kesetiaanlah yang akan memberinya umur bagi pembuktian janji itu. Seperti yang dilakukan seorang sahabat terkenal, Abu UbaidahAmir ibnul Jarrah. Semenjak mengulurkan tangannya, berbaiat dan bersumpah setia kepada Rasulullah, ia sadar bahwa hidupnya akan dibaktikan sepenuhnya di jalan Allah. Ia telah mengikrarkan janji itu. Lalu ia membuktikan bahwa dirinya bisa dipercaya. Ia bekerja dengan tulus.

Setelah itu segalanya berubah menjadi kesetiaan abadi. Maka di Uhud yang mengerikan, Abu Ubaidah menjadi tameng Rasulullah. Ia mencabut mata rantai yang menempel di pipi Rasulullah dengan giginya. Gigi Abu Ubaidah pun ompong. Di momen itu pula ia bisa mendahului Abu Bakar, dalam soal berlomba bersegera kepada kebaikan. Abu Bakar mengisahkan, "Di waktu Perang Uhud berkecamuk dan Rasulullah terkena anak panah hingga dua buah rantai ketopong masuk ke kedua belah pipinya bagian atas, saya segera berlari mendapatkan Rasulullah. Kiranya ada seorang yang datang bagaikan terbang dari jurusan timur. Maka aku berkata, `YaAllah semoga itu merupakan pertolongan.’ Tatkala aku sampai kepada Rasulullah, kiranya orang itu adalah Abu Ubaidah yang telah mendahuluiku ke sana."

Kesetiaan itu telah menjadikan Abu Ubaidah sebagai kepercayaan Rasulullah. Suatu ketika datang utusan Najran dari Yaman yang menyatakan masuk Islam. Mereka lantas meminta kepada Rasulullah seorang guru untuk mengajar Al Quran di sana. Rasul pun berjanji, bahwa besok akan mengirim seorang yang syakhsiyah Islamiyahnya terpercaya. Kalimat itu sampai diulangnya tiga kali. Mendengar itu Umar amat tertarik dan berharap kata-kata itu akan menjadi miliknya. Tapi sehabis shalat Dzuhur berjamaah meski Umar telah berusaha mengulurkan badan agar kelihatan oleh Rasulullah, ternyata Abu Ubaidah yang terpilih. Itulah makna hadits Rasulullah,"Sesungguhnya setiap ummat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan ummat ini adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah."

Sepanjang hidupnya, Abu Ubaidah dengan setia menemani perjuangan Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab hingga wafatnya. Ketika terbetik bahwa Abu Ubaidah wafat, Umar menangis dan mengenang masa-masa perjuangan yang indah bcrsamanya. Bahkan kenangan itu tak hilang hingga saat Umar hendak menghembuskan nafas terakhirnya. Ia sempat berkata, "Seandainya Abu Ubaidah masih hidup, tentu ia di antara orang-orang yang akan aku angkat sebagai penggantiku. Dan jika Tuhanku menanyakan hal itu, niscaya akan aku jawab, ‘Aku angkat kepercayaan Allah dan kepercayaan Rasul-Nya. "’

Begitulah para salafusshalih meniti puncak tangga jati diri (syakhsiyah Islamiyah). Pada mulanya memang janji, lalu kepercayaan. Setelah itu kesetiaan abadi, sepanjang hayat masih dikandung badan.

Hanya ketika kemudian manusia menemukan cara-cara baru untuk berlaku licik, semakin pandai mencari-cari alasan, selalu mencari-cari model baru pengkhianatan, saat itulah janji-janji menjadi segunung sampah. Tak ada kepercayaan, apalagi kesetiaan. Orang tidak lagi mengenal janji yang memiliki ruh. Sebab janji telah dikotori di panggung politik, oleh para pembual yang menjual mimpi kepada rakyat. Janji telah dikotori di jagat kriminal, di belantara birokrasi yang buruk, di rumah-rumah yang kumuh moralnya, di pertemanan hubungan sosial yang penuh kenaifan lantaran perasaan enak ngga enak (sungkan), juga di jalan-jalan hidup yang brutal. Bahkan janji dalam ikatan perkawinan pun, kini sudah tak lagi punya makna. Janji pernikahan itu tak berisi kepercayaan, apalagi meningkat menjadi kesetiaan. Orang dengan mudah mengkhianatinya atas narna cinta. Padahal bukan cinta, tetapi hasrat hawa nafsu.

Di dalam lubuk keimanan, janji janji bagi seorang Mukmin adalah kontrak-kontrak spiritual dengan Tuhannya. Meski format aplikasinya bermacam bentuk. Janji itu adalah ketakwaan, yang menjadi penghantar bagi petunjuk jalan dan ampunan. Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosamu). Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. Al-Anfal: 29)

Mengenai ayat ini Sayyid Qutb berkata dalam tatsirnya, "Inilah bekal itu. Bekal dalam mengarungi perjalanan yang panjang. Yaitu bekal takwa yang menghidupkan hati dan membangunkannya. Bekal cahaya yang memberi petunjuk bagi hati untuk membelah sudut-sudut jalan sepanjang penglihatan manusia. Cahaya ini tidak bisa ditipu oleh syubhat-syubhat yang mata biasa tidak bisa rnenembusnya. Itulah bekal ampunan bagi segala dosa. Bekal yang memberikan ketenteraman, kesejukan dan kemantapan. Dan bekal merenungi nikmat-nikmat Allah Yang Maha Agung di hari ketika bekal-bekal itu dibutuhkan dan di hari amal perbuatan manusia berkurang."

Maka, mulailah berjanji dengan benar, janji yang punya ruh kepercayaan, lalu hidup panjang dengan kesetiaan. Sebagai orang yang beriman. Sungguh, membangun kepercayaan bukan hal yang mudah, tapi akan lebih tidak mudah lagi ketika kita mencoba membangun kepercayaan di atas puing-puing runtuhan ketidak-percayaan dan ketidak-setiaan. Wallahu’alam.



0 Comments
 
Jangan melangkah setengah hati
06.26.10 (9:07 am)   [edit]

Namanya Abu Qais. Berasal dari Bani Waqif, sebuah kampung di Madinah. Ia bahkan kepala suku itu. Tidak ada yang istimewa dari Abu Qais, juga Bani Waqif, kecuali justru ialah satunya-satunya kabilah yang menolak Islam, ketika Mus’ab bin Umair mengubah Yatsrib menjadi kampung Muslim yang terang benderang. Ketika kemudian tidak ada rumah pun kecuali di dalamnya ada muslim atau muslimah.


Bila Abu Qais tak kunjung menerima Islam, itu bukan karena ia tak mengerti. Abu Qais tidak saja kepala suku yang pintar. Ia juga penyair ulung, tokoh yang disegani, dan penganut ‘agama’ hanifiyah, sebuah keyakinan kepada ‘keaslian kemanusiaan’ yang lurus. Keyakinan itu pula bahkan, yang menjadikannya menolak menjadi Yahudi atau Nasrani. Tetapi itu pula yang membuatnya tak segera mau menerima Islam. Di dalam dirinya ada bimbang, juga kehendak setengah hati untuk menerima Islam. Baginya, menjadi orang hanifiyyun dirasa sudah cukup. Ia lantas mengumandangkan beberapa bait syair:

 

manusia sangat perlu

pada banyak hat yang

kesulitan bisa luluh di sekitarnya

manusia sangat perlu

pada sesuatu yang

bila tersesat is menunjuki ke jalan yang baik

kalaulah tidak karena Tuhan kita, kita telah menjadi Yahudi

kalaulah tidak karena Tuhan kita, kita telah menjadi Nasrani

bersama para rahib di gunung-gunung yang tinggi

tetapi kita dicipta ketika dicipta,

agama kita adalah kemanusiaan yang lurus

 

Syair ini justru menggambarkan betapa ia tidak bisa begitu saja menerima Islam. Ia merasa cukup dengan apa yang selama ini diyakini. Menjadi orang ‘baik-baik saja’. Sudah begitu, dedengkot kaum munafik, Abdullah bin Ubay bin Salul terus memengaruhinya untuk tidak menerima Islam. Hingga keraguan semakin memenuhi isi hatinya

Hari-hari terus berlalu. Bahkan ketika kota Makkah ditaklukkan Rasulullah, Abu Qais masih setengah hati untuk mau menerima Islam. Sampai akhirnya, ia berjanji akan masuk Islam tahun depan. Tetapi apa lacur? Satu bulan kemudian, ia meninggal, menemui ajal yang tak pernah ia sangka kapan datangnya.

Ini kisah tentang keputusan setengah hati yang membawa bencana. Bagaimana tidak? Adakah bencana yang lebih bencana, dari mati tidak sebagai muslim? Adakah bencana yang lebih mengerikan, dari menolak cahaya Islam yang Sudah ada di pelupuk mata? Adakah yang lebih bencana, dari ragu menerima ajakan Rasul, padahal orang mulia itu hidup satu jaman, satu masa, dan satu tanah air?

Sebuah keputusan adalah nasib. Ia mengambil perannya pada wilayah ikhtiar kemanusiaan kita. Kita menetapkan, dan karenanya kita meniti kemantapan. Kita berbuat, dan karenanya kita akan menuai hasil. Kita menanam, dan karenanya kita akan memetik.

Pada sebagian besar keputusan kita, ada implikasi yang sangat serius. Implikasi bahagia atau sengsara, pahit atau manis, bahkan, surga atau neraka. Itulah implikasi nasib kita. Terlebih keputusan yang berhubungan dengan puncak segala urusan: iman kepada kebenaran Islam. Sesuatu yang akan menjadi bekal utama seseorang untuk menghadap Allah kelak di hari akhirat.

Karenanya, hidup tidak memberi ruang yang istimewa bagi segala keputusan yang setengah hati. Tidak saja karena ia bisa mengundang bencana, tetapi waktu yang berlalu tak mungkin diputar ke depan. Sebuah keputusan masa lalu yang kini menjadi hitam-putih nasib kita, tak akan bisa memutar ulang versi revisinya.

Juga karena waktu berjalan begitu cepat, ia tak memberi tempat untuk segala keputusan setengah hati kita. Keputusan setengah hati adalah perjalanan yang terhenti karena tertinggal kereta. Keputusan setengah hati adalah bangun dan menguap saat matahari telah meninggi. Terlampau banyak yang telah lewat dan berlalu tanpa kita sadari. Seperti Abu Qais yang begitu saja melewatkan masa-masa terbaik dari seluruh jaman yang ada di bumi. Ia mencoba menunda keislamannya satu tahun mendatang. Ia masih ragu. Sebenarnya, kapasitas intelektualnya sangat memadai untuk mencerna, memahami dan mengerti bahwa apa yang dibawa oleh Rasulullah adalah benar. Tetapi ia hanya melengkapi ’semacam tradisi’ orang-orang pintar, yang selalu setengah hati untuk memutuskan mengambil jalan kebaikan. Justru karena bermain dengan argumentasi ilmiah, atau karena pengaruh lingkungan, pengaruh orang-orang tertentu, atau dengan alasan menjaga gengsi, semuanya menjadikan keputusan untuk meniti jalan yang baik hanya kehendak setengah hati.

Romantika dengan jati diri masa lalu juga memberi andil bagi sebuah keputusan yang setengah hati. Setiap orang punya kebiasaan masa lalunya, yang mungkin sudah mendarah dan mendaging dalam dirinya. Dari soal kebiasaan, etika, bahkan keyakinan, yang bertahun-tahun dijalani, hingga segala sesuatunya telah menginternal dalam cita rasa dan perilaku dirinya.

Seperti Abu Qais yang punya masa lalu sebagai orang hanifiyyun, orang yang tulus dengan ‘madzhab kemanusiaan’. Sebuah pandangan yang sebenarnya terwarnai oleh sisa-sisa peninggalan agama nabi Ibrahim. Tidak mudah baginya untuk mengubah jati dirinya. Padahal menjadi baik secara kemanusiaan saja belum cukup. Harus ada afiliasi ideologis. Harus ada ‘merek agama’ pada segala tindak tanduk setiap orang.

Sebuah kesempatan untuk kita mengubah diri, kadang tidak datang dua kali. Karenanya keputusan setengah hati pada momentum yang sangat istimewa -seperti dalam contoh Abu Qais- itu adalah perjudian dengan kerugian yang sudah pasti. Adalah mengadu nasib dengan kekalahan yang sudah pasti. Tidak saja karena kesempatan tidak selalu datang berulang, juga karena keputusan itu berpacu dengan kematian yang bisa datang kapan saja. Seperti satu tahun menunda menjadi Islam, yang diputuskan Abu Qais, mungkin dianggapnya tidak lama. Tetapi itu sangat terlalu lama untuk sebuah kematian. Karena ternyata, kematian hanya memberi jeda waktu satu bulan, sebuah jangka yang tak pernah ia mengerti.

Apa yang ada di sekitar kita harus menjadi bahan yang memadai untuk membantu kita memutuskan segala kepentingan hidup kita. Terlebih bila dalam urusan agama. Orang yang yakin, tetapi salah, jauh lebih bisa bersikap ketimbang orang-orang yang setengah hati. Sebab orang yang yakin tetapi salah, akan secepatnya belajar, mengevaluasi diri, lalu mencari jalan yang benar, lalu ia jalani yang lebih baik itu juga dengan keyakinan yang kuat. Sementara orang-orang yang hidup dengan setengah hati, hanya akan banyak membuang waktu. Berlari dari kebimbangan yang satu ke kebimbangan yang lain.

Sebuah keputusan adalah nasib. Tidak saja dalam pengertian ideologi, tapi juga untuk banyak urusan hidup duniawi. Setiap kita punya titian hidup yang berbeda. Punya momentum penting yang berbeda. Punya kesempatan emas yang berbeda. Tetapi segalanya bertumpu pada satu hal: keputusan sepenuh hati untuk bertindak, dengan keyakinan yang benar, pada waktu yang tepat, dan dengan perhitungan yang cermat. Ini memang tidak mudah. Tetapi, untuk kepentingan apapun -terlebih untuk meniti jalan hidup keislaman- tidak ada waktu dan tempat untuk sebuah keputusan yang setengah hati. Kita harus mencoba. Karena tak ada pilihan lagi selain itu. Wallahu’alam

Lenterakehidupan



0 Comments
 
Tips Memotret Pada Malam Hari
06.20.10 (8:43 am)   [edit]
Banyak diantara kita yang sering mengalami kesulitan bagaimana cara memotret di malam hari atau kurang cahaya supaya menghasilkan gambar yang berkualitas. Meskipun sekarang banyak kamera digital berkualitas dan ada kamera khusus ruang gelap yang dilengkapi sensor cahaya yang bisa mengatasi itu, tetap tidak ada salahnya kita simak tips berikut.




1. TIMING. Jika Anda harus memotret di luar ruangan di malam hari, pilihlah waktu sesaat setelah matahari terbenam, karena pada saat ini, langit masih menyimpan pendaran cahaya yang bagus. Apalagi jika ingin menambah tekstur cahaya di foto Anda. Pertimbangkan pula saat ketika bulan purnama atau bulan tinggi. Dengan pengaturan speed shutter yang tepat, Anda akan menghasilkan kualitas gambar bernuansa malam yang indah.

2. PERALATAN. Gunakan properti Tripod. Jika Anda tidak memiliki pertimbangkan alat bantu yang lain seperti obyek yang kokoh. Contohnya meja, pagar tembok. Semuanya untuk menahan kestabilan kamera Anda. Akan lebih baik jika Anda gunakan remote shutter atau kabel shutter. Karena bagaimana pun juga Kamera dengan kecepatan shutter yang rendah diperlukan untuk mengambil gambar di malam hari, untuk mendapatkan pasokan cahaya sebanyak mungkin. Untuk itu, kamera kita sangat rentan terhadap goyangan.

3. CUACA. Akan lebih bijaksana bagi Anda untuk memeriksa ramalan cuaca, supaya Anda tidak mendapatkan hujan pada saat mengambil gambar. Meskipun badai petir dan awan yang cerah akan membuat subjek yang spektakuler. Set shutter speed pada B-shutter speed atau shutter held open. Artinya shutter akan dipertahankan membuka selamat waktu exposure hingga 1 detik. Disarankan juga agar Anda membawa fixed-local lens, dengan kisaran dari 28mm ke 135mm minimum. Dengan posisi SLR terpasang ke tripod, setting juga pada ISO rendah (100 atau 200). Masih berhubungan dengan cuaca, perhatikan pula kondisi sekeliling. Hindari di bawah pohon yang berpotensi roboh atau air hujan yang tiba-tiba datang serta angin. Cek disini www.weatherscapes.com untuk persiapan lengkap terhadap kondisi cuaca buruk.

4. FLASH. Hindari penggunaan Flash. Anda dapat melakukannya dengan mudah dengan membawa tripod, atau jika Anda memiliki cahaya yang cukup untuk menembak tanpa Flash. Cahaya Flash ini membuat subjek Anda terlihat palsu, dan flash memantul dari jendela dan cermin, yang masih dapat dilihat bahkan jika mereka jauh di belakang.

5. Exposure dan Aperture. Gunakan kecepatan shutter lamban untuk memungkinkan lebih banyak cahaya untuk foto Anda. Secara umum, Anda ingin eksposur baik dari setengah detik atau lebih, tapi sebenarnya dengan dua atau tiga detik akan jauh lebih baik. Sedangkan aperture, sebuah situs Dasar Fotografi Digital yang memuat tips-tips memilih kamera digital merekomendasikan bahwa dengan lebih lamanya eksposur, Anda harus menggunakan aperture yang lebih kecil untuk menghindari setiap over-exposing dari lampu stasioner. dalam gambar. Sebaliknya, jika Anda menembak dengan shutter-speed yang lebih singkat, gunakan aperture yang lebih besar untuk menghindari noise gerak foto Anda.

6. ISO. Secara umum, Anda ingin kamera anda menggunakan nomor ISO yang lebih tinggi untuk mengimbangi kekurangan cahaya. Tetapi harus diingat, cek terus menerus hasil foto Anda, apakah tidak ada tekstur kasar atau grainy di sana.

7. Matikan fitur Anti-Shake. Karena sebelumnya kita sudah sarankan memakai Tripod, maka sebisa mungkin fungsi Anti-Goyang dinon-aktifkan. Karena
jika kamera stabil, fungsi-fungsi ini dapat memberikan efek goyang yang otomatis ketika fungsi Anti-shake ini berusaha untuk melawan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

8. Perhatikan Keamanan. Dalam arti keseluruhan. Memotret di luar ruangan pada malam hari, tentu lebih tidak aman dari pada di siang hari atau di dalam ruangan. Anda harus pertimbangkan ketika ada barang-barang perlengkapan yang jatuh atau lebih jauh amankan dari tangan-tangan jahil. Apalagi kamera Anda adalah kamera yang berkualitas yang kadang bernilai mahal. Membawa senter atau lampu penerang pembantu dan asisten mungkin lebih bijaksana. Anda akan lebih berkonsentrasi dengan kegiatan fotografi Anda. Selamat beraktifitas ya.....

1 Comments
 
Mencari kesegaran hati
06.19.10 (12:32 pm)   [edit]

“Agama ini kokoh dan kuat. Masukilah dengan lunak, dan jangan sampai timbul kejenuhan dalam beribadah kepada Rabbmu.” (Al-Baihaqi)

Maha Suci Allah yang mempergilirkan siang dan malam. Kehidupan pun menjadi dinamis, seimbang, dan berkesinambungan. Ada hamba-hamba Allah yang menghidupkan siang dan malamnya untuk senantiasa dekat dengan Yang Maha Rahman dan Rahim. Tapi, tidak sedikit yang akhirnya menjauh, dan terus menjauh.

Seperti halnya tanaman, ruhani butuh siraman

Sekuat apa pun sebatang pohon, tidak akan pernah bisa lepas dari ketergantungan dengan air. Siraman air menjadi energi baru buat pohon. Dari energi itulah pohon mengokohkan pijakan akar, meninggikan batang, memperbanyak cabang, menumbuhkan daun baru, dan memproduksi buah.

Seperti itu pula siraman ruhani buat hati manusia. Tanpa kesegaran ruhani, manusia cuma sebatang pohon kering yang berjalan. Tak ada keteduhan, apalagi buah yang bisa dimanfaatkan. Hati menjadi begitu kering. Persis seperti ranting-ranting kering yang mudah terbakar.

Allah swt. memberikan teguran khusus buat mereka yang beriman. Dalam surah Al-Hadid ayat 16, Yang Maha Rahman dan Rahim berfirman, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka. Lalu, hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Hati buat orang-orang yang beriman adalah ladang yang harus dirawat dan disiram dengan zikir. Dari zikirlah, ladang hati menjadi hijau segar dan tumbuh subur. Akan banyak buah yang bisa dihasilkan. Sebaliknya, jika hati jauh dari zikir; ia akan tumbuh liar. Jangankan buah, ladang hati seperti itu akan menjadi sarang ular, kelabang dan sebagainya.

Hamba-hamba Allah yang beriman akan senantiasa menjaga kesegaran hatinya dengan lantunan zikrullah. Seperti itulah firman Allah swt. dalam surah Ar-Ra’d ayat 28. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram.“

Rasulullah saw. pernah memberi nasihat, “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.” (Bukhari dan Muslim)

Siapapun kita, ada masa lengahnya

Manusia bukan makhluk tanpa khilaf dan dosa. Selalu saja ada lupa. Ketika ruhani dan jasad berjalan tidak seimbang, di situlah berbagai kealpaan terjadi. Saat itulah, pengawasan terhadap nafsu menjadi lemah.

Imam Ghazali mengumpamakan nafsu seperti anak kecil. Apa saja ingin diraih dan dikuasai. Ia akan terus menuntut. Jika dituruti, nafsu tidak akan pernah berhenti.

Pada titik tertentu, nafsu bisa menjadi dominan. Bahkan sangat dominan. Nafsu pun akhirnya memegang kendali hidup seseorang. Nalar dan hatinya menjadi lumpuh. Saat itu, seorang manusia sedang menuhankan nafsunya.

Allah swt. berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.” (Al-Jatsiyah: 23)

Seburuk apapun seorang muslim, ada pintu kebaikannya

Seperti halnya manusia lain, seorang muslim pun punya nafsu. Bedanya, nafsu orang yang beriman lebih terkendali dan terawat. Namun, kelengahan bisa memberikan peluang buat nafsu untuk bisa tampil dominan. Dan seorang hamba Allah pun melakukan dosa.

Dosa buat seorang mukmin seperti kotoran busuk. Dan shalat serta istighfar adalah di antara pencuci. Kian banyak upaya pencucian, kotoran pun bisa lenyap: warna dan baunya.

Allah swt. berfirman dalam surah Ali Imran ayat 133 hingga135. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa….Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah. Lalu, memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.“

Khilaf buat hamba Allah seperti mata air yang tersumbat. Dan zikrullah adalah pengangkat sumbat. Ketika zikrullah terlantun dan tersiram dalam hati, air jernih pun mengalir, menyegarkan wadah hati yang pernah kering.

Sekecil Apapun kebaikan dan keburukan, ada ganjarannya

Satu hal yang bisa menyegarkan kesadaran ruhani adalah pemahaman bahwa apa pun yang dilakukan manusia akan punya balasan. Di dunia dan akhirat. Dan di akhirat ada balasan yang jauh lebih dahsyat.

Firman Allah swt., “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al-Zilzaal: 7-8)

Pemahaman inilah yang senantiasa membimbing hamba Allah untuk senantiasa beramal. Keimanannya terpancar melalui perbuatan nyata. Lantunan zikirnya hidup dalam segala keadaan.

“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 191)



0 Comments
 
Prioritas amal yang kontinyu
06.17.10 (11:12 pm)   [edit]

Al-Qur’an menjelaskan, sebagaimana yang dijelaskan oleh sunnah Nabi saw, bahwa sesungguhnya perbuatan manusia di sisi Allah itu memiliki berbagai tingkatan. Ada  perbuatan  yang  paling mulia  dan  paling  dicintai oleh Allah SWT daripada perbuatan yang lainnya. Allah SWT berfirman:

   "Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus masjid al-Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman    kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim. Orang-orang   yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajadnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (at-Taubah: 19-20)

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan, "Sesungguhnya iman  itu ada enam  puluh  lebih cabang –atau tujuh puluh lebih—yang paling tinggi di antaranya ialah la ilaha illa Allah, dan yang paling  rendah  ialah  menyingkirkan  penghalang  yang  ada di jalan."  Hal  ini   menunjukkan bahwa jenjang iman itu bermacam-macam nilai dan tingkatannya.


Penjenjangan ini tidak dilakukan  secara  ngawur,  tetapi didasarkan atas nilai-nilai  dan  dasar-dasar  yang  dipatuhi. Inilah yang hendak kita bahas.

Di  antara  ukurannya  ialah  bahwa  jenis pekerjaan ini harus pekerjaan yang paling langgeng (kontinyu); di  mana  pelakunya terus-menerus  melakukannya  dengan  penuh  disiplin. Sehingga perbuatan seperti  ini  sama  sekali  berbeda  tingkat  dengan perbuatan  yang  dilakukan  sekali-sekali  dalam  suatu  waktu tertentu.

Sehubungan  dengan  hal  ini  dikatakan  dalam  sebuah  hadits shahih:

   "Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang  paling langgeng walaupun sedikit."2

Bukhari dan  Muslim  meriwayatkan  dan  Masruq  berkata,  "Aku bertanya   kepada  Aisyah  r.a.,  Amalan  apakah  yang  paling dicintai  oleh  Nabi  saw?,  Aisyah   menjawab:  "Amalan   yang langgeng."3

Diriwayatkan  dari  ‘Aisyah  r.a.  bahwa sesungguhnya Nabi saw masuk ke rumahnya, pada saat itu ‘Aisyah sedang bersama dengan seorang  perempuan.  Nabi saw bertanya, "Siapakah wanita ini?" Aisyah  menjawab,  "Fulanah  yang   sangat   terkenal   dengan

shalatnya  (yakni  sesungguhnya  dia  banyak  sekali melakukan shalat)." Nabi saw bersabda, "Aduh, lakukanlah apa  yang  kamu mampu melakukannya. Demi Allah, Allah SWT tidak bosan sehingga kamu sendiri yang bosan."

   ‘Aisyah berkata, "Amalan agama yang paling dicintai olehnya ialah yang senantiasa dilakukan oleh pelakunya." 4

Perkataan "aduh" dalam hadits tersebut  menunjukkan  keberatan beliau atas beban berat dalam beribadah, dan membebani diri di luar batas kemampuannya. Yang  beliau  inginkan  ialah  amalan yang  sedikit tapi terus-menerus dilakukan. Melakukan ketaatan secara terus-menerus sehingga  banyak  berkah  yang  diperoleh akan berbeda dengan amalan yang banyak tetapi memberatkan. Dan boleh jadi, amalan yang  sedikit  tapi  langgeng  akan  tumbuh sehingga  mengalahkan  amalan yang banyak yang dilakukan dalam satu waktu. Sehingga  terdapat  satu  peribahasa  yang  sangat terkenal  di  kalangan  masyarakat, "Sesungguhnya sesuatu yang sedikit tapi terus  berlangsung  adalah  lebih  baik  daripada amalan yang banyak tetapi terputus."

Itulah  yang  membuat Nabi saw memperingatkan orang-orang yang terlalu berlebihan dalam menjalankan agamanya dan sangat kaku; karena  sesungguhnya  Nabi  saw  khawatir bahwa orang itu akan bosan  dan  kekuatannya  menjadi  lemah,  sebab  pada  umumnya begitulah  kelemahan yang terdapat pada diri manusia. Dia akan putus di tengah jalan. Ia menjadi orang yang tidak  jalan  dan juga tidak berhenti. Oleh karena itu, Rasulullah saw bersabda,

   "Hendaklah kamu melakukan amalan yang mampu kamu lakukan, karena sesungguhnya Allah SWT tidak bosan sehingga kamu menjadi bosan sendiri."5

Beliau saw juga bersabda,

   "Ikutilah petunjuk yang sederhana (tengah-tengah) karena orang yang kaku dan keras menjalankan agama ini akan dikalahkan olehnya."6

Sebab wurud hadits ini adalah seperti  apa  yang  diriwayatkan oleh  Buraidah yang berkata, "Pada suatu hari aku keluar untuk suatu keperluan, dan kebetulan  pada  saat  itu  aku  berjalan bersama-sama  dengan  Nabi  saw . Dia menggandeng tangan saya, kemudian kami bersama-sama pergi. Kemudian di depan  kami  ada seorang  lelaki  yang  memperpanjang  ruku’ dan sujudnya. Maka Nabi  saw  bersabda,  Apakah  kamu  melihat  bahwa  orang  itu melakukan riya’?, Abu berkata, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Kemudian beliau melepaskan  tanganku,  dan  membetulkan kedua  tangan  orang  itu  dan  mengangkatnya sambil bersabda, ‘Ikutilah petunjuk yang pertengahan…’7

Diriwayatkan  dari  Sahl  bin  Hunaif  bahwa  Rasulullah   saw bersabda,

   "Janganlah kamu memperketat diri sendiri, karena orang-orang sebelum kamu binasa karena mereka memperketat dan memberatkan diri mereka sendiri. Dan kamu masih dapat menemukan sisa-sisa mereka dalam biara-biara mereka." 8

Wallahu’alam 

Catatan kaki:

  1 Hadits ini diriwayatkan oleh al-Jama’ah dari Abu Hurairah; al-Bukhari meriwayatkannya dengan lafal "enam puluh macam lebih"; Muslim meriwayatkannya dengan lafal "tujuh puluh macam lebih" dan juga dengan lafal "enam puluh macam lebih";  Tirmidzi meriwayatkannya dengan "tujuh puluh macam lebih" dan begitu pula dengan an-Nasa’i. semuanya terdapat dalam kitab al-Iman; sedangkan Abu Dawud meriwayatkannya dalam as-Sunnah; dan Ibn Majah dalam al-Muqaddimah.

 2 Muttafaq ‘Alaih, dari ‘Aisyah (Shahih al-Jami’ as-Shaghir, 163)

 3 Muttafaq ‘Alaih, ibid., dalam al-Lu’lu’ wa al-Marjan (429)

 4 Muttafaq ‘Alaih, ibid., (449)

 5 Muttafaq ‘Alaih, yang juga diriwayatkan dari ‘Aisyah: Shahih al-Jami’ as-Shaghir (4085).

 6 Diriwayatkan oleh Ahmad, Hakim, dan Baihaqi dari Buraidah, ibid., (4086).

 7 Disebutkan oleh al-Haitsami dalam al-Majma’, 1: 62 kemudian dia berkata, "Diriwayatkan oleh Ahmad dan orang-orang yang tsiqah."

 8 al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Thabrani dalam al-Awsath dan al-Kabir, di dalamnya ada Abdullah bin Shalih, juru tulis al-Laits, yang dianggap tsiqat oleh Jama’ah dan dilemahkan oleh yang lainnya. (Al-Majma’, 1:62)



0 Comments
 
How to Translate PDF & Word Documents with Google Translation
06.16.10 (3:49 am)   [edit]

Say dad bought you a digital camera from Japan but the problem is that the PDF manual that came with the camera is also written in Japanese.

 

How do you quickly translate that PDF file into an English document ?

Solution: If the PDF document is not password protected, you can easily convert it into another language via Google Translate.

The idea is that you extract the text from the PDF file and pass it to Google Translate. Here’s how:

Step 1: Open Zoho Viewer (review) and upload the file(s). Other than PDF, you may also upload common Office file formats like doc, xls and ppt.

Step 2: Zoho Viewer provides a unique URL for each of your web document. Go to Google Translate, type that web address, select a language pair and hit the Translate button. Voilà!

Important: If the source document is multi-lingual, you should considering uploading to Slideshare since they handle foreign languages slightly better than Zoho Viewer. See a sample document from Zoho and Slideshare.

Slideshare will create a text transcript of your PDF document that can you pass on to Google Translate for converting into another language.

You may even extract text from PDF documents using Adobe Reader itself but again, this program doesn’t work too well with all languages.

by labnol.org



0 Comments
 
Sabar, Syukur dan Ilmu
06.15.10 (3:19 am)   [edit]

Bersyukurlah atas segala curahan nikmat Allah yang tak pernah berhenti dan tak pernah bisa dihitung. Tanam dan lipatgandakan kesabaran atas segala ujian dan kesulitan yang kita alami.

Saudaraku,
Syukur dan sabar, dua senjata paling ampuh dalam mengarungi gelombang hidup. Gelombang hidup yang selalu menguji ketangguhan iman. Gelombang hidup yang tak selalu sama antara harapan dan kenyataan. Syukuri segala karunia, kenikmatan, kemudahan, kesehatan, kelapangan dari Allah Yang Maha Pemberi Rah-mat. Sabar terhadap segala kepahitan, kesulitan, kesempitan, dan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan. Menurut Rasulullah saw, syukur dan sabarlah yang akan menjadikan keadaan apapun menjadi baik. “Dan dua sikap itu, tidak akan terjadi kecuali pada diri orang yang beriman," ujar Rasulullah saw.


Saudaraku, semoga rahmat Allah senantiasa tercurah pada kita semua…
Kita semua, punya kesempatan sama. Allah merengkuh semua makhluk-Nya dengan ke Maha Luasan Rahmat-Nya yang tak terbatas. Di hadapan kita semua, juga terbentang alternatif yang sama. Kita, dipersilahkan memilih satu di antara dua jalan. Kitalah yang memilihnya, antara jalan fujur (dosa) atau jalan yang mengarah pada takwa, Tak pernah ada keadaan yang memaksa kita melakukan kesalahan, Tak pernah ada juga kondisi yang memaksa kita melakukan kebaikan, Semuanya berpulang pada diri kita sendiri.

Saudaraku, merenunglah sejenak.
Mungkin kita tahu, sebuah keadaan yang akan mengarahkan kita pada bahaya. Kita juga mungkin tahu, rambu jalan yang akan mengajak kita pada sebuah kesalahan. Tahu, bahwa seandainya jalan itu yang kita tempuh maka hulunya adalah dosa. Tapi, sekadar tahu, tidak menjadikan seseorang memiliki kualitas amal yang lebih baik. Sekadar tahu memang tak menjadi syarat kebaikan seseorang. Ilmu pengetahuan seseorang tentang kebaikan, tentang kebenaran, tentang agama, tidak selalu menjadikannya pasti mendapatkan hidayah.

Ini bukan penghinaan pada ilmu. Karena ilmu pengetahuan, tetap menjadi pilar penting yang menentukan amal seseorang. Tanpa pengetahuan, amal akan sia-sia. Bukan sampai di situ, tanpa ilmu suatu amal bisa memberi mu dharat dan bahaya. Ilmu juga yang menjadikan seseorang lebih mudah menangkap sinyal hidayah. Kemudian membimbing seseorang untuk melakukan kebaikan. Artinya, ilmu pengetahuan memang penting untuk siapapun.

Tapi ilmu tidak menjadi jaminan seseorang menjadi shalih. Ilmu pengetahuan tak pernah menjadi taruhan bahwa seseorang akan menjalani kehidupan ini dengan baik dan mendapat kebahagiaan di akhirat. Para ulama kerap menyebut istilah kekeliruan orang orang berilmu itu dengan istilah zallatul ‘alim. Dengarkanlah perkataan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, “Sebuah jaman akan dirusak oleh tiga hal, para pemimpin yang sesat, perdebatan mengenai Al Qur’an dan zallatul ‘alim (terpelesetnya seorang ‘alim).”

Karenanya para salafus shalih tetap menekankan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap perkataan seorang ‘alim. Muadz bin Jabal ra juga pernah mengatakan, “Hati-hatilah kalian dengan kekeliruan seorang ‘alim, karena syaitan bisa saja mengatakan kesesatan rnelalui lisan seorang alim. Sementara di sisi lain, bisa saja seorang munafik mengatakan kalimat yang hak. Ambillah yang hak itu dari mana saja datangnya. Karena dalam kebenaran itu terdapat cahaya. (Musafir fi Qithari Da’wah).

Saudaraku,
Para ahli ilmu, para ulama, tetap saja para manusia yang sama seperti kita. Dan mereka – sebagaimana kita- juga manusia yang tentu memiliki kekurangan dan kesalahan. Bayang-kanlah perkataan seorang tabi’in yang sangat memperhatikan dan meniru dua ulama besar di jamannya, Hasan Al-Bashri dan Ibnu Sirin. Suatu ketika ia berpesan pada anaknya, “Anak-ku, tirulah kebaikan Hasan Al-Bashri dan Ibnu Sirin. Jangan kau tiru keburukannya, Jika engkau mengetahui keburukan yang ada pada diri Hasan Al-Bashri, dan keburukan yang ada pada Ibnu Sirin, niscaya engkau menghimpun semua keburukan."

Saudaraku,
Kapasitas dan kedudukan ilmu seseorang tak bisa disejajarkan dengan orang awam dalam
perilaku dosa dan kesalahan. Dosa yang dilakukan orang yang berilmu, bahkan bisa lebih berbahaya ketimbang orang yang tak memiliki ilmu. Menurut Imam Al Ghazali, "Dosa seorang alim bisa saja kecil tapi bahayanya bisa menjadi besar. Dosa seorang ‘alim tidak terputus sampai ia wafat. Alasannya jelas, karena kesalahan orang yang telah mengetahui kebaikan dan keburukan, akan menjadi inspirasi yang tidak baik bagi orang awam dalam kurun beberapa lama." Karenanya, Imam Al-Ghazali melanjutkan, "Beruntunglah orang yang dosa-dosanya terhenti bersamanya saat ia meninggal dunia." (Muwafaqat, Syatibi, 4/169)

Bersyukurlah jika kita termasuk orang yang dikaruniai pengetahuan tentang kebaikan. Bersyukurlah jika kita dibimbing oleh Allah untuk mengenal rambu-rambu kebaikan dan kesalahan. Bersyukurlah jika kita, dengan segala keterbatasan, dimasukkan dalam kelompok orang-orang yang lebih mengenal tuntunan Islam ketimbang orang yang lain. Orang berilmu tak selalu dimiliki dari mereka yang berpredikat ulama. Sedikit maupun banyaknya ilmu yang kita miliki, harus benar-benar mampu mengiringi setiap kita menentukan langkah dalam hidup. Ilmu adalah amanah. Dia juga pelita yang sesungguhnya sangat mampu untuk menerangi jalan mencapai hidayah Allah. Tapi tanpa kesadaran dan kewaspadaan yang cukup, ilmu akan bisa menjerumuskan seseorang pada kedalaman lembah dosa yang lebih jauh daripada orang yang tak memiliki ilmu.

Saudaraku,
Camkanlah perkataan Sofyan At Tsauri, "Setiap makhluk Allah yang melakukan dosa adalah bodoh. Baik ia berilmu atau tidak berilmu. Jika ia berilmu, siapa yang lebih bodoh darinya? Dan jika ia tidak berilmu maka karena itulah ia berbuat dosa…"

Semoga kita termasuk dalam kelompok hamba-hamba Allah yang disabdakan Rasulullah SAW, “Man yuridillahu bihi khairan yufaqihhu fid diin…”Artinya, Barangsiapa yang Allah kehendaki baik, maka akan Allah berikan padanya pemahaman agama." Wallahu’alam



8 Comments
 
The new way to download from rapidshare
06.12.10 (3:16 pm)   [edit]

I pride myself on being one that doesn’t use warez and will download from Rapidshare and Megaupload only if a Linux distro or a legal source of information is only available that way or if it’s faster that way. And seeing as sometimes, a distribution’s site is overwhelmed by people trying to download it, like Ubuntu, or has no official download anymore because it has been discontinued, like Yggdrasil Linux, it has grown to be a necessity for my connection. It is only at these times that anyone would catch me downloading from direct downloads, rather then official sites. And until recently, I was using FreeRapid because of the wide selection that it was able to download from. Then when I decided to download a copy of Debian 5.04 that was hosted on Hotfile, I was facing an dilemma: for some reason or another, when I tried downloading it, it wouldn’t work. Instead, it crashed and wouldn’t allow for any more downloads from FreeRapid. I could email the makers of FreeRapid or post on their forum, I admit, but I figured I might switch to a new application that would be quicker then to get it fixed. And it just so happens that I found one that I will be writing about today.

MiPony is a small application, weighing in at about 5 mb once installed without the toolbar but once installed, you’ll find a lot of extra features that make it more powerful then FreeRapid to make up for the lack of add-ons to download from. The first thing you might notice is the fact that it has a browser built right into it. Yes, it’s Internet Explorer based, but I’ve never seen anything like it in all the time I’ve use FreeRapid. This browser will allow for instant downloading when you click on any supported link, including Rapidshare, Mediafire, Hotfile, MegaUpload, DepositFile, Uploading, Storage.to, FileFactory, and EasyShare. It also supports Premium accounts for the above, so if you’re lucky enough to get or win one, you can use it in this application, though it does support more then 45 different sites aside from these. It also supports file joining and unraring files automatically once the downloads are done as well as putting in the passwords for the files, on top of shutting down the computer once the downloads are done. It also supports the standard FreeRapid working of monitoring the clipboard to watch for files to download. It’s options are clear and easy to use as well as making it an extremely powerful downloader application.

If you do a lot of downloading via direct links like Rapidshare and Megaupload, I would still recommend FreeRapid over any other, due to the fact that it works on every operating system that can run Java and it’s wide plugin base, but if you’re looking for one that is a very powerful replacement because FreeRapid somehow failed, MiPony is definitely a program to look into. MiPony needs the .NET framework to work but works on my slow laptop, so I imagine if you have a recent Windows OS, it should be able to work fine.

- MiPony Downloader – (5 mb)

ramond.cc



0 Comments
 
Kejujuran cinta
06.11.10 (1:18 pm)   [edit]

Kau tentang Tuhan dan nampakkan cinta Dia
Demi Allah, ini perkara luar biasa
Bila sungguh cintamu benar tentulah kau taat Dia
Karena setiap kekasih kepada Kekasihnya pastilah setia

(Imam Syafi’i RA)

 

Tak satupun orang suka dibohongi, terlebih bila itu menyangkut cinta dan kesetiaan. Dimana saja kebohongan dan pengkhianatan dibenci, termasuk di kalangan para bandit dan mafia yang notabene kerja mereka disekitar kejahatan. Syirik adalah bentuk dusta yang paling besar, yang banyak menghasilkan dusta-dusta susulan. Ketika Allah menyebutkan salah satu misi Rasulullah saw adalah memberi peringatan kepada mereka yang mengatakan Allah berputera, Ia berkata: "Mereka dan bapak-bapak mereka tidak berilmu, alangkah buruknya ucapan yang keluar dari mulut mereka. Tak lain yang mereka katakan kecuali dusta"(QS. 18:5)


Jujur vs Lacur (Baca: nifaq)

Sedemikian bahayakah dusta? Ya, dan dusta yang lebih nista terjadi ketika seseorang mendustai kata hatinya sendiri. Seseorang yang mengabaikan lintasan hatinya tentang derita tetangganya yang kelaparan lalu tidur nyenyak, maka ia adalah seorang pendusta. Karenanya Rasulullah saw mensyaratkan (kejujuran) iman kepada Allah dan hari akhir dengan ihsan kepada tetangga" (HR. Muslim)

Nilai iman yang tertinggi manakala pemiliknya dapat merasakan ketenteraman iman (QS.13:28 ) dan karenanya mereka berhak mendapatkan keamanan (QS. 6:82). Ketenteraman dan keamanan tersebut tidak ada hubungannya dengan mentalitas burung onta yang melarikan diri dari persoalan ummat dan berlindung dibalik dinding ma’badYa Rabb, inna fiha rajulan shalihan (Ya Tuhan, disana ada seorang yang shaleh)." Justru jawaban Allah begitu mengejutkan, "Fabihi fabda’ (Justeru mulailah timpakan adzab kepadanya)." Apa pasal? "Liannahu lam yatama’ar wajhuhu fiyya (Karena wajahnya sama sekali tak pernah memerah karena Aku)." Ia tak punya ghirah (kecemburuan dan ketersinggungan) bila kehormatan Allah dilanggar. Ia tenang ketika ummatnya dibantai. Ia baru tersinggung bila pribadinya diusik! Salah satu sukses madrasah (aliran) sekuler modern adalah keberhasilan mereka mencetak generasi muslim yang tak tersinggung bila Islam, Al-Qur-an dan Rasul diejek. "Demi toleransi” kata mereka. tempat dzikir, karena orang seperti mereka bisa jadi sangat guncang dan tidak merasa aman terhariap ancaman makhluk. Terlebih untuk bisa menjadikan dirinya "perisai Tuhan" bagi para hamba yang lemah teraniaya. Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hariits, "Suatu masa turun perintah Allah kepada seorang malaikat untuk menumpahkan adzab pada suatu negeri. Malaikat itu melapor dan Allah Maha tahu tentang hal yang dilaporkannya : "

Cinta dan Kejujuran

Ada banyak apresiasi iman, ibadah dan cinta. Mungkin seseorang beribadah dengan pengahayatan sebagai pedagang, ia berkiblat kepada keuntungan. Ada penghayatan ibadah sebagai jalan pembebasan. Ada pengabdiaan yang semata-mata berangkat karena ingin mencintai, memberi, menikmati pengabdian yang hakiki dalam wujud ketundukan dan pengorbanan. Suatu hari berlangsung diskusi antara empat orang tokoh: Rabi’ah Al’adawiyah, Sufyan Attsauri, Syaqiq Albilkhi dan Malik bin Dinar. Rabi’ah meminta mereka mendefinisikan Kejujuran.

"Tak jujur pengakuan (cinta) seseorang yang tak bersabar menahan pukulan tuannya," ungkap Sufyan Attsauri.

"Tak jujur pengakuan seseorang yang tak bersyukur atas pukulan tuannya," jawab Syaqiq Albilkhi.

"Tak jujur pengakuan seseorang yang tak bernikmat-nikmat dipukul tuannya," sergah Malik bin Dinar.

"Tak jujur pengakuan seseorang yang tak melupakan pukulan ketika menghariap tuannya," jabar Rabi’ah Al’adawiyah.

 

Demikianlah tingkat-tingkat kematangan manusia dalam kejujuran dan kematangan pribadi mereka. Ada orang yang begitu sabar menahan derita hidup. Ada yang begitu tahan menerima derita da’wah. Dan ada yang begitu syukur dan bahkan menikmati derita sebagai karunia. Semuanya indah, terutama pada sang totalis (shahibu’t tajrid) yang tak menyadari derita, karena yang ada hanyalah Dia.

Banyak orang mengenal kejujuran yang belum beranjak dari kejujuran mulut, belum lagi ke hati, apa lagi hati yang paling dalam. Mengapa engkau percaya pujian orang yang tak mengenal hakekat dirimu, padahal engkau tahu dirimu tak berhak untuk hal tersebut. Suatu hari Rasulullah ditanya: "Mungkinkah seorang muslim berzina? Beliau menjawab "Ya, mungkin." Mencuri? "Ya, mungkin." Berdusta? "Tidak, demiAllah, dia tak mungkin berdusta!" Barangsiapa berhati jujur tentulah tak akan mendustai hatinya yang tak pernah bisa didustai.

Dengan berbagai macam alasan, delapan puluhan munafiqin kelas berat menghindari mobilisasi Tabuk. Saat Rasulullah saw kembali dari perang yang Allah sendiri menyebutnya sebagai "sa’atul’usrah" (saat-saat sulit), mereka telah menunggu di masjid dan menyambut kedatangan beliau dengan persiapan matang dan alasan yang memukau, tentang mengapa mereka tak ikut perang Tabuk. Ka’ab bin Malik seorang sahabat utama yang tak pemah absen dalam setiap pertempuran -kecuali Badar- mengajukan kalimat yang terang dan jujur sebagai pilihan terpahit dan mereka tak ingin membohongi Rasulullah, Saw agar dapat dimaklumi dan dimaafkan. Kepadanya Rasulullah menyatakan: "Amma hariza faqad shariaq" (Adapun orang ini, maka benarlah ia).

Jujur; Jalan Bebas Hambatan

Suatu hari, dalam pertempuran yang sangat dahsyat datanglah seorang budak kepada Rasulullah yang sedang menghitung ghanimah. Beliau membagi orang itu bagian dari rampasan perang tersebut. "Bukan untuk ini berjihad", jelasnya. "Lalu, untuk apa ?"tanya Rasulullah saw. "Agar saya bisa ikut membela Islam, kena tombak disini (sambil menunjuk ke puncak dadanya) dan saya mati karenanya sebagai syahid lalu masuk sorga," jawab penggembala hitam itu. Tak lama kemudian orang menemukan jasadnya, ia telah syahid dengan luka persis di tempat yang ditunjukkannya tadi. Rasulullah berkata, "Ia benar, maka Allah membenarkannya". Dan, diantara empat kelompok yang Allah beri nikmat dan diletakkan setelah kedudukan para nabi, ialah kedudukan Asshiddiqien. (QS. 4:69).

Kejujuran puasa mestinya terus berlanjut dalam bentuk kejujuran hidup jauh selepas bulan Ramadhan yang penuh berkah itu. Bila seseorang bertaubat dengan memenuhi tiga syaratnya maka taubatnya akan diterima: mencabut dir dari ma’siat, menyesal sepenuh sesal atas maksiat itu, dan: ketiga, berazam sepenuh tekad untuk tidak kembali lagi kepadanya.

Kejujuran cinta terhadap tanah air dan bangsa akan mengambil bentuk ghirah dan gairah yang hangat bagi keselamatan dan kemajuannya. Tak ada cinta tanpa cemburu (ghirah) sebagaimana tak ada kemuliaan tanpa pengorbanan. Allah menjadikan rezeki yang paling mulia datang dari amal yang paling mulia (Akramu’l arzaq ta’ti min Akrami’I A’maal). Betapa indah seseorang yang menyerahkan nyawanya kepada Allah untuk tegaknya kalimatullah. Seluruh dosanya -kecil dan besar dijamin dapat ampunan, kecuali hutang terhadap sesama manusia. Karenanya, rezeki yang didapat dalam jihad menjadi rezeki paling mulia. Ghanimah adalah harta paling mulia yang dihasilkan dari amal paling mulia (jihad).

Ghirah dan Gairah

Sebuah rumah tangga yang baik ditandai dengan kehormatan dan harga diri warganya. Seorang bapak yang menjual kehormatan anak atau istrinya dengan gemerlap perangkat rumah tangga dan harta melimpah, sama sekali tidak berhak menyandang kehormatan seorang manusia sebatas manusia, jangan lagi dalam ukuran hamba beriman. Para pengambil keputusan di setiap bangsa dengan orientasi dunia dan hidup tanpa aqidah wajar-wajar saja membuka hubungan dengan bangsa predator dan agresor yang menzalimi sesama anak bangsa. Mereka tidak perlu mempertimbangkan harga diri dan kehormatan.

Tetapi bangsa beraqidah mempunyai nilai-nilai yang lebih tinggi dari nilai angka rupiah atau dollar. Mereka pasti akan malu kepada hewan yang umumnya punya rasa cemburu dan harga diri. Lihatlah kemarahan harimau atas hilangnya anak tersayang. Atau ingatan yang amat kuat pada seekor gajah sirkus yang merasakan pedihnya kehilangan seorang teman yang mati dibunuh pemburu di hutan. Ingatan itu muncul kembali saat sang pemburu menonton sirkus beberapa tahun kemudian.

Hanya babi yang tak punya rasa cemburu. Seekor babi jantan baru saja menggauli betinanya lalu dengan dungunya menonton anak kandungnya menggauli sang betina. Itulah toleransi dan hidup damai yang diimpikan pemimpin bermental babi. Ia tak terusik oleh kekejaman ummat lain terhadap ummatnya. Ia hanya berfikir bagaimana bangsanya bisa dapat banyak uang dan selamat dari lapar jasad.

Tentu saja kita tak boleh hidup dengan dendam seperti Yahudi, yang setiap datang hari jadi PBB selalu mengelabui kalangan awam untuk menonton film-film perang dunia (baca: perang Nazi terhadap Yahudi) untuk menguras air mata pemirsa. Atau ketika dunia marah lantaran mereka menembaki ibu-ibu, kakek-kakek dan nenek-nenek serta menjaring bocah-bocah intifadhah dari heli dan menjatuhkannya dari ketinggian! Jangan ajarkan ummat untuk bertoleransi dan melindungi kaum minoritas, karena mereka keturunan leluhur yang telah jadi guru dunia tentang Hak Asasi dan toleransi.

Apakah kutukan Allah yang mengubah manusia jadi kera hanya berlaku bagi Bani Israil? Sebenarnya kedewasaan iman dan kematangan akhlaq seorang muslim tidak perlu merisaukan perubahan itu jasadiah atau ruhaniah. Apalah artinya kecantikan rupa bila watak dan perilaku telah berubah menjadi rakus, licik, kikir, peniru tanpa pertimbangan, pengimpor kerusakan dan dekaden. Mengapa masih banyak orang berlapang hati bahwa yang dikutuk jadi kera itu orang dulu, padahal dirinya sendiri telah menjadi kera dan babi?

Wallahu’alam

 

Lentera kehidupan



0 Comments
 
Watching DVDs in Linux by installing one library
06.11.10 (1:12 pm)   [edit]
I was asked recently about how long it might take for me to push out the Fedora review and at present, it is still being tested, only being pushed off by the fact that I’ve been having a near constant work week at the store I work for, and until next week, when I have a few days off in a row, will I be able to finish up the review. I must say, for a distribution that in the past has never worked out the way I had hoped, it has gotten a lot better. The documentation is a lot cleaner then it was at previous as well as the system itself becoming simpler. I’ll be sure to cover more next week once the review is finished.

However, I did receive a rather interesting email yesterday, asking me how to set up DVD playback under Linux, seeing as the person wanted to watch the DVD copy of My Name Is Khan they had bought a little while ago. And while I’m aware Linux Mint has DVD playback installed right away, they are using Ubuntu 10.04, and are enjoying it, so I couldn’t tell them to go to Mint. Telling someone to go to a different OS when something works for them is an extremely foolish thing to do if you ask me. So today, I’m going to show you how you can set up Linux to work with any DVD out of the box.

The only thing you have to do really is add in a repository for Ubuntu and install the playback/codec that you need for Ubuntu or Salix. Since most people I know use Ubuntu or Linux Mint, these steps remain the same. Open up the terminal, then copy and paste the following line:

sudo wget –output-document=/etc/apt/sources.list.d/medibuntu.list http://www.medibuntu.org/sources.list.d/$(lsb_release -cs).list && sudo apt-get –quiet update && sudo apt-get –yes –quiet –allow-unauthenticated install medibuntu-keyring && sudo apt-get update

What this does is that it adds the repository as well as the GPG key that says it can be trusted and installed from. This is only for Ubuntu and spinoffs of Ubuntu, seeing as Salix has the component we need in their default repositories. Before closing the terminal, issue this command:

sudo apt-get install libdvdcss2 w32codecs -y

which will then install the DVD playback as well as media playback of non-standard formats.

If you’re using Salix, it’s even simpler then that. Open up Gslapt, and install libdvdcss (which you’ll notice is exactly what you have to install in Ubuntu), then open up your video player of choice and slip your DVD in. It really is that simple to have DVD playback in Linux, like what you’re used to in Windows. This will also allow you to have any front end you’d like to rip your DVD as well if you’d like to do that too. My personal choice for DVD and video playback is VLC Player, but I know some people who are happy with Totem and MPlayer, so in the end, whatever you choose, now has the ability to play back your DVDs. And to the writer of the email, I have this to say: as someone who enjoyed My Name Is Khan, I hope you enjoy it just as much as I did, it was quite a tearjerker!

raymond.cc



0 Comments
 
FIFA World Cup 2010 Schedule
06.11.10 (1:10 pm)   [edit]

The 2010 FIFA World Cup will be the 19th FIFA World Cup, the premier international football tournament. It is scheduled to take place between 11 June and 11 July 2010 in South Africa.


google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);
 
We announce the release of 2010 World Cup Final Tournament Schedule, a free Excel spreadsheet with a schedule of all tournament games. It automatically calculates the position of each football team according to game scores and FIFA rules and generates the schedule, thus enabling the football fans to keep track of the tournament.

Now that a great football event is approaching, an accurate schedule is what the fans need. The principle of operation is the following: the user enters the results of the games into the corresponding fields, 2010 World Cup Final Tournament Schedule indicates the winner and changes the position of each team. The algorithm is able to manage cases of equal score, so that teams are always sorted correctly and fully automatically, without manual sorting (unlike in other similar calendars).

The layout of the spreadsheet is designed to be clear and convenient, so that the current situation would be obvious. Being an Excel project, 2010 World Cup Final Tournament Schedule does not use macros.

Football fans will definitely appreciate that 2010 World Cup Final Tournament Schedule allows calculating the game outcome, which would bring their favorite team to the next round. It is also possible to make predictions on the basis of 2010 World Cup Final. Fans from all over the world can use it due to multilingual interface and support of different time zones.

The calendar supports 56 languages and different time zones.

2010 World Cup Final Tournament Schedule is available free of charge.

Schedule in Excel (1015Kb)

excely.com



0 Comments
 
7 Kecerdasan dan Sekolah
06.06.10 (5:37 pm)   [edit]

Di dalam buku Frames of Mind yang terbit tahun 1983, seorang psikolog bernama Howard Gardner menyimpulkan hasil risetnya yang mengatakan bahwa sedikitnya ada tujuh jenis kecerdasan:

 

  1. Kecerdasan linguistik, berkaitan dengan kemampuan bahasa dan penggunaannya. Orang-orang yang berbakat dalam bidang ini senang bermain-main dengan bahasa, gemar membaca dan menulis, tertarik dengan suara, arti dan narasi. Mereka seringkali pengeja yang baik dan mudah mengingat tanggal, tempat dan nama.
  2. Kecerdasan musikal, berkaitan dengan musik, melodi, ritme dan nada. Orang-orang ini pintar membuat musik sendiri dan juga sensitif terhadap musik dan melodi. Sebagian bisa berkonsentrasi lebih baik jika musik diperdengarkan; banyak dari mereka seringkali menyanyi atau bersenandung sendiri atau mencipta lagu serta musik.
  3. Kecerdasan logis-matematis, berhubungan dengan pola, rumus-rumus, angka-angka dan logika. Orang-orang ini cenderung pintar dalam teka-teki, gambar, aritmatika, dan memecahkan masalah matematika; mereka seringkali menyukai komputer dan pemrograman. 
  4. Kecerdasan spasial, berhubungan dengan bentuk, lokasi dan mebayangkan hubungan di antaranya. Orang-orang ini biasanya menyukai perancangan dan bangunan, disamping pintar membaca peta, diagram dan bagan.
  5. Kecerdasan tubuh-kinestetik, berhubungan dengan pergerakan dan ketrampilan olah tubuh. Orang-orang ini adalah para penari dan aktor, para pengrajin dan atlet. Mereka memiliki bakat mekanik tubuh dan pintar meniru mimik serta sulit untuk duduk diam. 
  6. Kecerdasan interpersonal, berhubungan dengan kemampuan untuk bisa mengerti dan menghadapi perasaan orang lain. Orang-orang ini seringkali ahli berkomunikasi dan pintar mengorganisasi, serta sangat sosial. Mereka biasanya baik dalam memahami perasaan dan motif orang lain.
  7. Kecerdasan intrapersonal, berhubungan dengan mengerti diri sendiri. Orang-orang ini seringkali mandiri dan senang menekuni aktifitas sendirian. Mereka cenderung percaya diri dan punya pendapat, dan memilih pekerjaan dimana mereka bisa memiliki kendali terhadap cara mereka menghabiskan waktu. 

Menurut Gardner, masing-masing dari kita memiliki sebuah kombinasi dari kecerdasan-kecerdasan ini. Setiap orang mempunyai kekuatan relatif dari tiap kecerdasan di atas sedemikian rupa sehingga orang tersebut cenderung menentukan pilihan aktifitas apapun yang dia sukai tanpa keterpaksaan. Kita menyebutnya sebagai bakat.

Dari sini kita bisa mengukur sejauh mana cakupan pendidikan yang pernah kita terima saat duduk dibangku SD hingga perguruan tinggi? Rasanyan, kebanyakan institusi pendidikan di Indonesia memberikan porsi yang besar terfokus  pada pembangunan kecerdasan logis-matematis. Bahkan secara tak sadar masyarakat kitapun cenderung memberikan apresiasi yang berlebihan bagi orang yang memiliki kecerdasan logis-matematis. Banyak orang tua yang merasa prihatin bila mendapatkan anak-anaknya lemah dalam hal yang berbau logis-matematis. Keprihatinan tersebut mendorong para orang tua untuk memasukan anak-anaknya ke tempat bimbingan belajar atau mencari guru private yang mampu mengajarkan anaknya tentang dunia logis-matematis. Namun sesungguhnya mereka tidak mengajarkan apapun, yang jelas mereka melakukan pemaksaan terhadap suatu hal yang memang bukanlah bakat sang anak.

Lalu dimana anak-anak kita bisa mendapatkan ruang dan waktu yang bisa menumbuhkan dan menyalurkan atau setidaknya mengakomodir bakat mereka? Jawaban yang pasti adalah diluar sekolah. Saatnya kita harus berfikir untuk mendidik tanpa sekolah. Bagaimana caranya memberikan pendidikan tanpa sekolah? Wallahu’alam

by. lentera kehidupan



0 Comments
 
Radwan suggests five steps in response to the flotilla massacre
06.05.10 (3:01 am)   [edit]

GAZA, (PIC)-- Dr. Ismail Radwan, a leader of the Hamas movement, said that Hamas demands five steps in response to the Israeli massacre which was committed on Monday on board the ships of the Freedom Flotilla.

During a rally organized by Hamas on Friday, Radwan said the steps are: the withdrawal of the Arab peace initiative, the expulsion of Israeli ambassadors from all Arab and Islamic countries, lifting the Arab cover for the Fatah-Israeli negotiations,  breaking the siege on the Gaza Strip and opening the Rafah crossing once and for all.

He greeted the Turkish government and people and said: "We stand today in honor of those who fell and those who were wounded on the Freedom Flotilla, and those heroes who came to break the siege of Gaza [..] We send special greetings to the Turkish Prime Minister, Recep Tayyip Erdogan who represents a towering example of how leaders should be. All greetings to you from Gaza and from these persevering masses."

Radwan called on the international community to expose Israeli crimes, the latest of which was the flotilla massacre which he described as an act of piracy in international waters and state terror against activists who carry a humanitarian message.

Commenting on Ban Ki-moon's statement that the siege failed to break Hamas and that it should be lifted immediately, Radwan said: "To all the hypocrites we say that Hamas is a movement that is very difficult to break. It will not bow or break as long as the whole population is behind it with its strong will and steadfastness."

by: palestine-info.co.uk



0 Comments
 
Workaround for Slow COMODO Virus Database Update
06.02.10 (2:34 pm)   [edit]
The most recent firewall test from Matousec shows that the latest Comodo Internet Security v4.0 grabs the first place with a perfect 100% score which is pretty impressive. The good thing about Comodo Antivirus is you can use it in commercial environment unlike the free Avast, Avira and AVG which you can only use it on home computers. While I was testing Comodo Antivirus v4.0, the most annoying problem that I encountered was the slow virus database update. Updating Comodo the first time requires to download a 87.5MB base file and a horrible speed of only 5KBps. Through calculation, it would take nearly 5 hours to complete the update and I really don’t have that much of time to spare.

Comodo Update Slow

The first thing I did was I fired up URLSnooper to sniff the URL that the base file is located thinking that I could probably manually download the file using a download manager with a few simultaneous connections. I found out that Comodo has 4 update servers, 3 located in the US (eu1.download.comodo.com, us3.download.comodo.com & us4.download.comodo.com) and the other 1 in Europe (eu2.download.comodo.com). Comodo randomly assigns the update server to use and I noticed that I could only achieve full download speed of 160KBps on one of the servers.

You can know which Comodo update mirror is the fastest by manually test downloading the files below. You don’t need to download the whole file, just download and check the full speed that you get and then cancel the download.
  • EU1 (US Washington): http://eu1.download.comodo.com/av/updates40/sigs/bases/bases.cav
  • EU2 (UK Congleton): http://eu2.download.comodo.com/av/updates40/sigs/bases/bases.cav
  • US3 (US New Jersey): http://us3.download.comodo.com/av/updates40/sigs/bases/bases.cav
  • US4 (US New Jersey): http://us4.download.comodo.com/av/updates40/sigs/bases/bases.cav
  • You can configure the update server to use in Comodo by opening Comodo, click on More button at the top right of the program and click Settings. Click on Update tab, click the Add button and type in the host for example, http://us4.download.comodo.com/. Make sure you uncheck the default http://download.comodo.com/ and then click OK button. Do note that this is not recommended because if the update server which you manually chosen is down for maintenance, then update would not be possible.

    Change Comodo Update Server

    Many people has suggested to Comodo to offer an offline signature database update for the longest time but for some reasons they are not doing it. So it would be nice if Comodo puts more effort in the updater because it doesn’t support resuming of the virus database downloads. If the download failed at 80MB with only 7MB remaining to go, the download will have to start all over again, leaving the user cursing !@#$%^#!. Currently the only way I know to transfer the database from one computer to another is by backing up the “scanners” folder which is located in C:\Program Files\Comodo\, and then copy it to another computer from Safe Mode.

    Author: Raymond



    0 Comments
     
    Untaian Do'a
    06.02.10 (2:28 pm)   [edit]
    Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
    Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
     
    Ya Allah
    Kami berlindung kepada-Mu dan memohon kepada-Mu sesuatu yang kami tidak mengetahui hakikatnya
     
    Ya Allah
    Kami telah menganiaya diri kami sendiri
    Dan sekiranya Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami
    Niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi
     
    Wahai Allah Yang Maha Agung,
    Ampunilah seluruh dosa kami
    Tutupi dan hapuskan segala aib dan kesalahan kami
    Dan berikan kepada kami kesanggupan untuk mengubah dan memperbaiki diri menjadi lebih baik
    Karuniakanlah kepada kami akhlaq yang mulia
    Pribadi yang indah dan terpelihara
     
    Ya Allah
    Karuniakanlah kepada kami ketenangan hati,
    kedamaian hati,
    kebeningan dan kebersihan hati,
    ketenteraman jiwa
    kesegaran berfikir
    dan ingatan yang tajam
    Usir dan buanglah segala kegelisihan, kekhawatiran, ketakutan, kecemasan dan kesedihan dalam hati dan jiwa kami.
    Jadikan hati kami tenteram, tenang, dan damai dengan mengingat-Mu
    Berharap dan bergantung hanya kepada-Mu
     
    Wahai Pemilik dan Penguasa Segala Hati
    Karuniakanlah kepada kami hati yang bening dan bersih
    Hati yang suci, tulus dan ikhlas
     
    Karuniakanlah kepada kami lisan yang indah dan bermutu,
    Lisan yang hanya mengucapkan kata-kata yang baik dan bermanfaat,
    Cegahlah lisan kami dari berkata-kata dusta dan sia-sia,
    Cegahlah lisan kami dari kata-kata yang menyakitkan hati hamba-hamba-Mu,
    Jadikanlah lisan kami menjadi jalan tersampaikannya kebenaran-Mu bagi hamba-hamba-Mu yang lain.

    Wahai Allah yang Maha Memelihara,
    Karuniakanlah kepada kami kesehatan, kenormalan, dan kesegaran jasmani dan rohani
    Usir dan buanglah segala macam sakit dan penyakit yang menyerang diri kami
    Normalkan segala yang tidak normal dalam diri kami
     
    Wahai Allah Pelindung Yang Maha Kokoh,
    Jauhkan dan hindarkan kami dari segala macam sakit dan penyakit,
    dari segala mara bahaya, bala bencana, mala petaka dan musibah,
    Lindungi kami dari niat buruk dan kejahatan makhluq-makhluq-Mu,
    Lindungi kami dari tipu daya, gangguan, dan fitnah kaum kafir dan kaum munafiq,
    Lindungi kami dari godaan-godaan dan bisikan-bisikan setan yang terkutuk,

    Ya Allah,
    Karuniakanlah kepada kami hati yang selalu bersyukur dan mengingat-Mu,
    Jadikan hati kami hati yang tidak pernah lupa kepada-Mu,
    hati yang ma’rifat mengenal-Mu,
    hati yang penuh keimanan dan ketaqwaan kepada-Mu,
    hati yang meyakini janji dan jaminan-Mu,
    hati yang meyakini kokohnya perlindungan-Mu,
    hati yang penuh kecintaan kepada-Mu
     
    Jadikan hati ini
    hati yang merasakan kesejukan beribadah kepada-Mu
    Keindahan memohon dan bertaqarrub kepada-Mu
    Ketenangan bergantung dan berharap hanya kepada-Mu

    Ya Allah
    Limpahkanlah kepada kami karunia dan pertolongan-Mu,
    Bimbingan dan petunjuk-Mu,
    Kasih sayang dan cinta-Mu,
    Ampunan, rahmat, dan ridla-Mu,

    Karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada-Mu,
    Kecintaan kepada Rasul-Mu,
    Kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-MU,
    Kecintaan kepada Al-Qur’an, firman-Mu,
    Kecintaan kepada segala amalan yang dapat mendatangkan cinta-Mu,
     
    Ya Allah,
    Karuniakanlah kepada kami pasangan hidup yang shalih/shalihah
    yang mencintai-Mu dan Kau-cintai,
    yang indah dan suci lahir batinnya,
    yang bersih dan bening hatinya,
    yang cerdas akal fikirannya,
    yang mulia akhlaq dan budi pekertinya,
    yang memiliki segala sifat yang baik.
     
    Karuniakanlah kepada kami pernikahan yang barakah,
    Keluarga sakinah, mawadah, warahmah
    Keturunan yang shalih shalihah

    Wahai Allah Yang Maha Kaya,
    wahai Pemilik Segala sesuatu,
    wahai Penggenggam setiap rezeki,
    Karuniakanlah kepada kami rezeki yang barokah dan berlimpah,
    Bukakan pintu-pintu rezeki yang halal dan barokah untuk kami,
    Mudahkan kami menjemput rezeki kami di jalan yang halal dan Kau ridlai,
    dan ringankan kami untuk menafkahkan segala yang Kau karuniakan di jalan-Mu dengan ikhlas
    dan berilah kami rasa syukur dan ridla terhadap setiap pemberian-Mu

    Wahai Allah Pemilik Segala Ilmu,
    karuniakanlah kepada kami ilmu yang luas dan bermanfaat,
    ilmu yang mencahayai hati dan hidup kami,
    ilmu yang membuat hidup kami mudah di dunia ini
    dan selamat dunia akhirat
    ilmu yang membuat kami semakin ma’rifat mengenal-Mu,
    ilmu yang membuat kami semakin takut dan taat kepada-Mu,

    Ya Allah
    Ampunilah segala dosa dan kesalahan kedua orang tua kami,
    Terimalah segala amal kebaikannya
    Indahkan sisa umurnya dalam ketaatan kepada-Mu

    a Allah
    Karuniakanlah kepada bangsa ini pemimpin yang shalih
    Yang mencintai-Mu dan Kau cintai
    Yang jujur, adil, dan amanah
    Yang hanya takut kepada-Mu
     
    Ya Allah
    Karuniakanlah kepada bangsa ini akhlaq yang mulia
     
    Ya Allah
    Persatukan umat Islam di mana pun berada
    Persatukan para ulama dan para pemimpin kami…
     
    Ya Allah
    Engkaulah Pemilik, Penguasa, dan Penggenggam segala keinginan, harapan, cita-cita, dan doa-doa kami.
     
    Ya Allah
    Kabulkan segala keinginan, harapan, cita-cita, dan do’a-do’a kami yang baik
    Yang terucap maupun yang hanya terlintas di hati kecil kami
    Dan berikanlah kepada kami jauh lebih baik dan lebih banyak dari semua itu

    0 Comments
     

    Dapatkan update artikel terbaru,
    Daftarkan email anda:

    Delivered by FeedBurner


    Words of Wisdom :




    ========================
    "Ya 4JJ1, jangan Engkau hukum hamba karena apa yang mereka katakan tentang hamba, berikanlah kebaikan pada hamba dari apa yang mereka sangkakan kepada hamba. Ampunilah hamba karena apa yang tidak mereka ketahui tentang diri hamba".
    ========================



    .:Nice Words:.
    Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu.
    (Sayidina Abu bakar)

    Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan.
    (Sayidina Abu Bakar)

    Dia berkata kepada para sahabat,"Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!"
    (Sayidina Abu Bakar)

    Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu:
    Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau;
    hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau;
    hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau;
    adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna
    (Sayidina Abu Bakar)

    Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
    (Sayidina Umar bin Khattab)

    Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
    (Sayidina Umar bin Khattab)

    Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
    (Sayidina Umar bin Khattab)

    -Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya
    -Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina
    -Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya
    -Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga
    (Sayidina Umar bin Khattab)

    Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.
    (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

    Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
    (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

    Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
    (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

    Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
    (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

    -Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'
    -Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia
    -Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpa mengambil pangajaran daripadanya
    -Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara'
    -Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi
    -Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki
    -Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan
    -Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara', sedang orang yang tidak wara' itu bererti hatinya mati
    (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

    Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:
    -Hatinya selalu berniat suci
    -Lidahnya selalu basah dengan zikrullah
    -Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa)
    -Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah
    -Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. (Sayidina Utshman bin Affan)

    Anda
    :: Vistitor ::



     StatCounter